Peta Jawa Timur : Wilayah, Geografis dan Demografis

Peta Jawa Timur : Wilayah, Geografis dan Demografis

Peta Jawa Timur – Kalau Anda melihat Peta Pulau Jawa, dimana provinsi bagian timur pulau Jawa yaitu Jawa Timur dan Ibu Kota terletak di Surabaya. Jawa Timur atau disingkat JATIM, merupakan Provinsi yang memiliki wilayah terluas di antara enam provinsi yang ada di Pulau Jawa. Selain itu, memiliki jumlah penduduk terpadat kedua di Pulau Jawa, setelah provinsi Jawa Barat.

Untuk perbatasan wilayah bisa Anda lihat pada Peta Jawa Timur, dimana bagian utara berbatasan dengan Laut Jawa dan bagian timur berbatasan dengan Selat Bali, sedangkan bagian selatan berbatasan dengan Samudra Hindia serta bagian barat berbatasan dengan Jawa Tengah.

Peta Jawa Timur

Peta Jawa Timur berada di Pulau Jawa
Peta Jawa Timur atau Juga dikenal Peta Jatim | Sumber Google

Kabupaten Di Jawa Timur

Selain sebagai Provinsi terluas kedua di Pulau Jawa, Jatim merupakan Provinsi yang memiliki jumlah kabupaten terbanyak di Indonesia. Berikut pembagian wilayah kabupaten di Jatim secara administratif, yang terdiri dari 29 kabupaten dan 9 kota, yaitu :

  1. Kabupaten Bangkalan
  2. Kabupaten Banyuwangi
  3. Kabupaten Blitar
  4. Kabupaten Bojonegoro
  5. Kabupaten Bondowoso
  6. Kabupaten Gresik
  7. Kabupaten Jember
  8. Kabupaten Jombang
  9. Kabupaten Kediri
  10. Kabupaten Lamongan
  11. Kabupaten Lumajang
  12. Kabupaten Madiun
  13. Kabupaten Magetan
  14. Kabupaten Malang
  15. Kabupaten Mojokerto
  16. Kabupaten Nganjuk
  17. Kabupaten Ngawi
  18. Kabupaten Pacitan
  19. Kabupaten Pamekasan
  20. Kabupaten Pasuruan
  21. Kabupaten Ponorogo
  22. Kabupaten Probolinggo
  23. Kabupaten Sampang
  24. Kabupaten Sidoarjo
  25. Kabupaten Situbondo
  26. Kabupaten Sumenep
  27. Kabupaten Trenggalek
  28. Kabupaten Tuban
  29. Kabupaten Tulung Agung
  30. Kota Batu
  31. Kota Blitar
  32. Kota Kediri
  33. Kota Madiun
  34. Kota Malang
  35. Kota Mojokerto
  36. Kota Pasuruan
  37. Kota Probolinggo
  38. Kota Surabaya

Pembagian kabupaten di Jawa Timur secara administratif, bisa di lihat pada peta dibawah ini :

Peta Pembagian Wilayah Kabupaten di Jawa Timur
Peta Pembagian Administratif Jawa Timur | Sumber Wikipedia

Dengan jumlah kabupaten terbanyak di Indonesia, sehingga Jawa Timur terbagi menjadi empat badan koordinasi Wilayah (Bakorwil), sebagai berikut :

  1. Bakorwil I Madiun.
    Meliputi : Kota Madiun, Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kab. Ponorogo, Kab. Ngawi, Kab. Trenggalek, Kab. Tulung Agung, Kota Blitar, Kab. Blitar, Kab. Nganjuk.
  2. Bakorwil II Bojonegoro
    Meliputi : Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kab. Kediri, Kab. Jombang, dan Kab. Lamongan.
  3. Bakorwil III Malang.
    Meliputi : Kota Malang, Kab. Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kab. Pasuruan, Kota Probolinggo, Kab. Probolinggo, Kab. Lumajang, Kab. Jember, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, dan Kab. Banyuwangi.
  4. Bakorwil IV Pamekasan.
    Meliputi : Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pamekasan, Kab. Sampang, dan Kab. Sumenep.

Geografis Jawa Timur

Kalau melihat peta Jawa Timur, secara umum terbagi menjadi dua wilayah daratan, yaitu daratan Jawa Timur dan daratan kepulauan Madura. Dari kedua daratan tersebut bila disatukan, luas wilayah Jawa Timur yaitu 47.963 Km2. Dan secara astronomis, provinsi Jatim terletak di antara  111,1′ Bujur Timur – 114,4′ Bujur Timut dan 7,12′ Lintang Selatan – 8,48′ Lintang Selatan.

Sedangkan secara geografis, Jawa Timur terletak di ujung timur Pulau Jawa. Wilayahnya berbatasan dengan Samudera Hindia di ujung selatan, dan berbatasan dengan Pulau Bali di sebelah timur. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa. Di sebelah barat, Provinsi Jawa Timur berbatasan dengan Jawa Tengah. Hal ini bisa di lihat pada Peta Jawa Timur di atas.

Secara Topografi, wilayah Jawa Timur mayoritas memiliki dataran rendah sekitar 60%. Berikut yang termasuk wilayah dataran rendah, yaitu Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan dan lainnya. Sedangkan untuk dataran tinggi, yaitu Malang, Batu dan Lumajang banyak dijumpai pegunungan.

Demografis Jawa Timur

Laju pertumbuhan penduduk sejak tahun 2010 sekitar 0.76% per tahun, dan jumlah total penduduk Jawa Timur pada tahun 2017 adalah 42.030.633 jiwa. Sedangkan peduduk terpadat adalah kabupaten Malang, dengan jumlah penduduk 3.046.218 jiwa. Dan kota terpadat penduduknya yaitu kota Surabaya, sebanyak 3.195.487 jiwa.

Suku Bangsa

Etnisitas di Jawa Timur lebih heterogen, selain penduduk asli, provinsi ini juga merupakan tempat tinggal bagi para pendatang. Seperti orang Tionghoa, minoritas yang signifikan, dan di beberapa tempat menjadi mayoritas. Orang Arab dan India, umumnya mereka tinggal di perkotaan. Dan ada suku bali yang tinggal di beberapa desa di Kabupaten Banyuwangi.

Tetapi mayoritas suku di Provinsi ini adalah suku Jawa, hampir menyebar di seluruh Jawa Timur daratan. Sedangkan suku Madura mendiami kepulauan Madura, serta menyebar ke seluruh daerah Tapal Kuda (Bagian timur dari Jawa Timur), bahkan suku Madura sebagai penduduk mayoritas di daerah tapal kuda ini. Hampir setiap kota di Jawa Timur terdapat suku minoritas Madura.

Peta Kawasan Bagian Timur Wilayah Jawa Timur
Peta Kawasan Tapal Kuda Jawa Timur | Sumber Wikipedia

Di Pulau Bawean, bagian utara Kabupaten Gresik di diami oleh suku Bawean. Dan suku Tengger, yang konon merupakan keturunan pelarian kerajaan Majapahit, tersebar di pegunungan tengger. Ada suku Osing, yang tinggal di Kabupaten Banyuwangi, yang dulunya merupakan penduduk Blambangan. Penduduk asli Jawa Timur, terakhir yaitu Orang Samin yang sebagian tinggal di pedalaman Kabupaten Bojonegoro.

Bahasa

Bahasa Indonesia tetap sebagai bahasa Nasional. Adapun di Wilayah Jawa Timur, bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa. Untuk beberapa daerah, seperti Surabaya lebih dikenal dengan dialek Suroboyoan tanpa ada tingkatan, dengan pengucapan intonasi tinggi dan cenderung blak-blakan. Tidak seperti bahasa jawa dialek mataraman (Ngawi sampai Kediri), ada tingkatan dalam berbahasa yang lebih halus, seperti maem menjadi dahar.

Sedangkan bahasa Malangan, cenderung sama seperti dialek Suroboyoan, dengan pengucapan intonasi tinggi, blak-blakan tanpa ada tingkatan. Dialek Malangan terkenal dengan Osob Kiwalan, yaitu Boso Walikan. Seperti Sawojajar menjadi Rajajowas, Singo Edan menjadi Ongis Nade (supporter arema), Batu menjadi Utab, dan masih banyak lainnya.

Terlepas dari tiga dialek bahasa yang ada di Jawa Timur (Malangan atau Kiwalan, Boso Suroboyoan dan Jawa Mataraman). Bahasa Jawa sekarang menjadi mata pelajaran muatan lokal, yang di ajarkan di sekolah-sekolah tingkat SD sampai SLTA.

Demikian paparan mengenai Peta Jawa Timur beserta deskripsi wilayah, geografis dan demografis penduduk dan bahasa. Semoga menambah wawasan kita tentang Provinsi Jawa Timur.

Peta Jawa Timur